Tangga di Greenstair turun lebih jauh dari dugaan kami
Build playtest akhir pekan ini mencakup Greenstair dan sembilan cenote di sekitarnya, kira-kira sepersepuluh peta. Kami memilihnya karena di sini ketiga lapis Ka'anul paling rapat. Kanopi bisa dipanjat, jalan putih memotong kota, dan di bawah kota ada lorong banjir yang tembus ke dua cenote lain.
Napas jadi pelajaran pertama. Di uji internal, hampir semua penguji kehabisan napas di selam ketiga, tepat di bawah haloklin. Kami tidak menambah napas. Kami menambah tanda: akar yang bisa dijadikan pegangan, kantong udara di langit-langit gua, dan tali Calder yang bisa kamu tinggalkan sebagai jalan pulang.
Prasasti di playtest ditulis penuh dalam aksara Ka'anul. Setiap glif yang kamu salin ke buku Kanha mengisi kamus kecil, dan sekitar glif keempat puluh, kalimat pertama mulai terbaca sendiri. Kami sengaja tidak memberi terjemahan di layar. Beberapa penguji menulis dugaan mereka di kertas. Kami biarkan itu jadi bagian dari permainan.
Lapangan bola Greenstair terbuka untuk duel satu lawan satu. Kontrolnya pinggul, lutut, dan waktu. Yang sulit adalah membaca pantulan bola di dinding miring. Pemenang duel pertama di tim kami butuh dua puluh menit dan pulang dengan lutut memar.
Yang belum ada di build ini: hujan. Kemarau berlangsung terus, jadi lorong yang kamu temukan tetap kering. Di versi penuh, hujan akhirnya datang dan sebagian lorong yang sudah kamu petakan tenggelam lagi.
Laporan bug dan catatan glif bisa kamu kirim dari menu jeda di dalam game. Kami membaca semuanya.
Tim lapangan Whiteroad













